Kamis, 02 Februari 2017

ARTIKEL CABE

CABE



A. PENGERTIAN
   Tanaman Cabe Merah (Capsicum annuum L.) adalah tanaman perdu dengan rasa buah pedas yang disebabkan oleh kandungan capsaicin. Secara umum cabe memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin, diantaranya kalori, protein, lemak, kabohidarat, kalsium, vitamin A, B1, dan vitamin C.
Cabe (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Budidaya tanaman cabe diperbanyak melalui biji yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit . Cabe atau lombok merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi.
Daerah sentral produksi utama cabe merah antara lain Jawa Barat (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung); Jawa Tengah (Brebes, Magelang, dan Temanggung); Jawa Timur (Malang, Banyuwangi). Sentra utama cabe keriting adalah Bandung, Brebes, Rembang, Tuban, Rejanglebong, Solok, Tanah Datar, Karo, Simalungun, Banyuasin, Pagar Alam. Usahatani cabe yang berhasil memang menjanjikan keuntungan yang menarik, tetapi untuk mengusahakan tanaman cabe diperlukan keterampilan dan modal cukup memadai. Untuk mengantisipasi kemungkinan kegagalan diperlukan keterampilan dalam penerapan pengetahuan dan teknik budidaya cabe sesuai dengan daya dukung.

B. CARA BUDIDAYA TANAMAN CABE MERAH
Adapun cara atau tehnik budidaya cabe merah adalah sebagai berikut :
a) Persiapan lahan untuk menana cabe merah keriting dan cabe rawit
1. Pengolahan Lahan cabe merah keriting dan cabe rawit
• Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton/ 1000 m2
• Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)
• Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 m2
• Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm
• Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam 60 cm x 70 cm pola zig zag ( biarkan + 1 - 2 minggu ).
2. Benih cabe merah keriting dan cabe rawit
• Kebutuhan per 1000 m2 1 - 1,25 sachet Natural CK -10 atau CK-11 dan Natural CS-20, CB-30
• Biji direndam dalam air hangat kemudian diperam semalam.


b) Persemaian cabe merah keriting dan cabe rawit
1. Persiapan Persemaian cabe merah
• Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
• Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang . Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau contong daun pisang.
2. Penyemaian cabe merah
• Biji cabe diletakkan satu per satu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah + pupuk kandang matang yang telah disaring
• Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban
3. Pengamatan Hama & Penyakit cabe merah selama persemaian
a. Penyakit cabe merah keriting dan cabe rawit
• Rebah semai (dumping off), gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk, disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp. Cara pengendalian: tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan (± 10 gr) per 10 liter air.
• Embun bulu, ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica. Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.
• Kelompok Virus, gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi; bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA.
b. Hama cabe merah 
• Kutu Daun Persik (Aphid sp.), Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan BVR atau PESTONA.
• Hama Thrip parvispinus, gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.
Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus). Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip


c) Penanaman cabe merah 
1. Pemilihan Bibit cabe merah 
• Pilih bibit seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus
• Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21 - 30 hari)
2. Cara Tanam cabe merah 
• Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik ditunda.
• Plastik polibag dilepas
• Setelah penanaman selesai, tanaman langsung disiram
3. Pengamatan Hama cabe merah 
• Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon ), aktif malam hari untuk kopulasi, makan dan bertelur. Ulat makan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Siang hari sembunyi dalam tanah disekitar tanaman terserang. Setiap ulat yang ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh, serangan berat semprot dengan PESTONA atau VIREXI
• Ulat Grayak ( Spodoptera litura & S. exigua )
• Ciri ulat yang baru menetas / masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit). Gejala serangan, larva memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan parah, daun cabe gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja. Telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput di sekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan VITURA, VIREXI atau PESTONA.
• Bekicot/siput. Memakan tanaman, terutama menyerang malam hari. Dicari di sekitar pertanaman ( kadang di bawah mulsa) dan buang ke luar areal.

d) Perawatan tanaman cabe merah 
1. Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.
2. Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCl : NASA = (250 : 250 : 250) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil) larutan. Diberikan umur 1 - 4 minggu dosis 250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA = (500 : 250 : 250) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang.
3. Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama / produksi mulai umur 15 - 30 hr.


e) Pengamatan hama dan penyakit cabe merah
• Spodoptera litura/ Ulat grayak Lihat depan.
• Kutu - kutuan ( Aphis, Thrips, Tungau ), lihat fase persemaian.
• Penyakit Layu, disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, sebarkan GLIO
• Penyakit Bercak Daun, Cercospora capsici. Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengamatan pada daun tua.
• Lalat Buah (Dacus dorsalis), Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabe busuk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah / ha
• Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides), gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat sebari dengan GLIO di bawah tanaman.


f) Panen dan Pasca panen cabe merah 
1. Pemanenan cabe merah 
• Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
• Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya
2. Cara panen cabe merah
• Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
• Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
• Penyortiran dilakukan sejak di lahan
• Simpan ditempat yang teduh
Demikian cara budidaya tanaman cabe merah yang dapat anda lakukan semoga bermanfaat.


ARTIKEL BROKOLI

BROKOLI


               Brokoli (Brassica oleracea L. Kelompok Italica) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan.
Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol putih.
Brokoli merupakan tanaman yang hidup pada cuaca dingin.
Sebagai makanan, brokoli biasanya direbus atau dikukus, atau dapat pula dimakan mentah. Cara terbaik dalam mengolah brokoli adalah dengan cara dikukus. Hal ini bertujuan agar segala vitamin dan nutrisi penting di dalamnya tidak hilang selama proses pemasakan. Merebus brokoli akan menghilangkan sekitar 50 % asam folat yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, jika ingin mengolah brokoli dengan cara direbus, sebaiknya brokoli tidak direbus terlalu lama, kira-kira tidak lebih dari 5 menit. Brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin, yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yang, sebagaimana sulforafana, ditengarai memiliki aktivitas antikanker[1].


 B.   Jenis-Jenis Tanaman Brokoli
  1.    Brokoli Italia Hijau. Brokoli ini biasanya banyak dijumpai di pasar dan berwarna hijau tua.  2.    Brokoli Romanesco Fractal. Brokoli ini berwarna hijau muda dan bentuk setiap sulir mewakili logaritma spiral sebagai satu kembang utuh (seolah-olah sbg miniatur). Jadi, keseluruhan brokoli adalah "spiral besar" yang3.   Brokoli Kuning. Brokoli ini sangat mirip dengan kembang kol namun  4.     Brokoli Ungu. Brokoli ini berwarna ungu dan memiliki daun seperti kembang kol namun lebih kecil. Brokoli jenis ini biasanya dijula di Spanyol, Itali dan Inggris.   

Manfaat Brokoli untuk Kesehatan
Manfaat lainnya yang dapat Anda peroleh dengan mengkonsumsi brokoli diantaranya yaitu:
1. Menjaga Kesehatan Kulit
Manfaat brokoli yang pertama adalah menjaga kesehatan kulit. Selain itu rajin mengonsumsi brokoli dapat membuat kulit kamu menjadi cantik. Kombinasi vitamin A, C dan E yang dikandung brokoli dapat menjaga kesehatan kulit.
2. Banyak Mengandung Vitamin D
andungan gizi terbanyak yang dimiliki brokoli adalah vitamin D. Vitamin D dipercaya baik untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D kamu dapat mengonsumsi brokoli. Selain itu brokoli juga banyak mengandung vitamin K dan A yang dapat membantu proses penyerapan vitamin D.
3. Menjaga Kesehatan Jantung
Penyakit jantung masih menjadi ancaman tertinggi bagi kesehatan. Brokoli banyak mengandung serat yang baik untuk mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh. Menjaga kolesterol dapat mengurangi risiko jahat bahaya serangan jantung.
4. Mengurangi Alergi
Jika kamu memiliki masalah dengan alergi, cobalah untuk rutin mengonsumsi brokoli setiap hari. Brokoli memiliki kandungan kaemferol yang baik untuk mengurangi masalah alergi dalam tubuh kamu.
5. Mencegah Kanker
kanker adalah masalah yang umum bagi kesehatan. Brokoli dapat digunakan sebagai makanan yang dapat mengurangi risiko kanker dalam tubuh. mengonsumsi brokoli rutin setiap hari baik untuk kesehatan tubuh.
6. Berfungsi untuk Menurunkan Berat Badan
Para pelaku diet tidak mudah untuk melakukan diet. Ada saja kendala yang ditemui dalam menjalani diet. Ladies, coba masukkan brokoli dalam menu diet kamu. Brokoli mengandung sedikit kalori, sehingga baik untuk program diet kamu.
7. Mencegah Osteoporosis
Tulang keropos atau seringkali disebut osteoporosis sangat berbahaya bagi kesehatan. Rutin mengonsumsi brokoli baik untuk mengurangi risiko osteoporosis, kandungan kalsium dan vitamin K membantu tulang kamu tetap terjaga.
8. mengurangi risiko kanker kemih
Makan brokoli secara teratur dapat mengurangi perkembangan sel kanker kandung kemih hingga 40% lho. Ini adalah salah satu manfaat brokoli yang sangat bagus.
9. Mencegah Osteoarthritis
Osteoarthritis atau degenarasi tulang rawan biasanya terjadi pada usia pertengahan ke atas. Menurut penelitian, brokoli mengandung senyawa yang disebut dengan Sulforaphane, yang dapat menghalangi enzim penyebab kerusakan tulang rawan, dengan cara mencegah terjadinya peradangan.
10. Mencegah Kanker Kulit
Brokoli dapat melindungi kulit kita dari bahaya sinar UV, Ladies. Selain mengkonsumsinya, kamu juga bisa menggunakan produk kecantikan yang mengandung brokoli untuk mendapatkan perlindungan kulit ekstra.
11. Menjaga Kesehatan Mata
Kandungan carotenoid lutein yang melimpah pada brokoli dapat membantu mencegah berkurangnya penglihatan akibat bertambahnya usia. Brokoli juga akan menjaga kesehatan mata dan mencegah kita dari terserang katarak.
12. Mengurangi Resiko Stroke
Carotenoid lutein dalam brokoli berperan untuk memperlambat atau mencegah penebalan arteri dalam tubuh manusia, sekaligus mencegah penyakit jantung dan stroke. Vitamin B6 dan asam folat yang dikandungnya juga dapat mengurangi risiko terserang atherosclerosis, serangan jantung, dan stroke.
13. Menjaga kekebalan tubuh
Brokoli mengandung banyak beta-karoten yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, seng, dan selenium yang terkandung dalam brokoli membuat tubuh Anda sehat.


14. Sumber kalium
Kalium arau potassium adalah salah satu yang mineral yang terdapat dalam brokoli. Kalium adalah mineral penting, kalium dalam brokoli berguna untuk menjaga saraf dan otak serta berguna untuk pertumbuhan otot.
15. Manfaat brokoli untuk kesehatan tulang.
Brokoli adalah sayuran hijau yang sarat dengan kalsium dan vitamin K. Kehadiran mineral dua kali membuat tulang Anda tetap sehat dan kuat kesehatan.
16. Melawan radikal bebas.
Bagi Anda yang sering pergi keluar dan bermain di terik matahari sangat berbahaya dengan radikal bebas. Untuk melawan radikal bebas Anda harus mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan. Vitamin C adalah salah satu anti-oksidan bentuk dalam tubuh. Antioksidan diperlukan untuk melawan radikal bebas. Selain itu, vitamin C adalah antihistamin yang efektif untuk meredakan flu.
17. Detoksifikasi
Tiga nutrisi utama dalam brokoli yang bisa membantu sistem detoksifikasi, yaitu glucoraphanin, gluconasturtiian dan glucobariscin. Trio nutrisi ini bekerja dengan cara mengaktifkan, menetralkan serta menghancurkan zat-zat bersifat racun dalam tubuh kita nih.
18. Anti Radang
Tak hanya itu kehebatan si brokoli ini. Seperti apa yang dijelaskan dalam whfoods.com, brokoli masih memiliki kesaktian yang lain, yaitu sebagai makanan dengan fungsi anti peradangan yang hebat.
19. Menyehatkan sistem saraf
Manfaat brokoli yang lainnya adalah menjaga kesehatan sistem syaraf. Dengan tingginya kandungan kalium dan magnesium di dalamnya, maka brokoli baik untuk kesehatan sistem saraf Anda.
20. Membersihkan kulit
Ingin kulit Anda terlihat lebih bersih? Konsumsilah brokoli sebab brokoli mengandung glucoraphanin yang baik untuk proses doteksifikasi kulit. Ini merupakan salah satu manfaat brokoli dalam dunia kecantikan.


        Kandungan Gizi dan Khasiat Sayuran Brokoli

           informasitips.com – Jenis sayuran yang berkhasiat obat memang sangat banyak, salah satunya adalah brokoli. Si hijau dengan nama latin Brassica oleracea varitalica ini merupakan sayur suku kubis-kubisan yang berasal dari laut tengah dan masuk ke Indonesia sekitar tahun 70-an. Brokoli termasuk sayuran yang rendah kalori dan bisa dikatakan sebagai makanan yang super. Mengapa disebut super? Karena selain populer sebagai bahan pangan, sayuran ini juga kaya akan berbagai kandungan gizi yang sangat bagus. Brokoli adalah sayuran dengan ranking tertinggi sebagai obat tradisional antikanker.  Wow, si hijau yang luar biasa, bukan? Lalu, apa saja sih kandungan gizi dan khasiat sayuran brokoli?
·         Kandungan Gizi Brokoli
1.       Brokoli mengandung energi, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang berguna bagi tubuh.
Nilai Gizi yang terkandung dalam 156 gram brokoli
(1 mangkuk brokoli yang dikukus)
Kalori
43.68 kal
Protein
4.66 g
Asam Lemak Omega-3
0.20 g
Karbohidrat
8.19 g
Lemak
0.55 g
Kalsium
74.72 mg
Potassium (Kalium)
505.44 mg
Fosfor
102.80 mg
Besi
1.37 mg
Zinc (Zn)
0.62 mg
Magnesium
39.00 mg
228.07 RE
Vitamin B1 (Thiamin)
0.09 mg
Vitamin B2 (Riboflavin)
0.18 mg
Vitamin B6 (pyrodoxin)
0.22 mg
Vitamin B3 (Niasin)
0.94 mg
Vitamin B5 (Pantothenic acid)
0.79 mg
93.91 mcg
Vitamin C
123.40 mg
Vitamin E
0.75 mg
Vitamin K
155.20 mg
Serat
4.68 g
Mangan
0.34 mg
Triptofan
0.05 g
2.       Brokoli merupakan sayuran rendah kalori, lemak, dan sodium, bebas kandungan lemak jenuh, tinggi kalium, dan tidak mengandung kolesterol


3.       Sayuran yang paling baik tumbuh di daerah beriklim dingin dan tanah yang lembab ini merupakan sumber serat yang sangat baik. Kandungan serat dalam brokoli bahkan lebih banyak daripada serat yang ada dalam roti gandum. Serat ini sangat baik untuk sistem pencernaan.

4.       Brokoli juga mengandung asam folat. Folat merupakan salah satu vitamin yang sangat baik dan bermanfaat bagi ibu hamil dan janin.

5.       Kandungan Vitamin C di dalam brokoli sangat tinggi bahkan Vitamin C yang terdapat dalam brokoli lebih tinggi dari kandungan vitamin C dalam sebuah jeruk. Vitamin C yang tinggi akan mempermudah tubuh dalam meyerap zat besi.

6.       Kandungan kalsiumnya hampir setara dengan kalsium dalam segelas susu (71.8 mg kalsium brokoli sama dengan 120 ml kalsium susu).

7.       Vitamin K yang terkandung dalam brokoli juga penting untuk menguatkan tulang dan membantu pembekuan darah.
8.Brokoli juga mengandung karoten dan lutein.

·         Khasiat Brokoli

1.       Brokoli merupakan sayuran yang sangat bagus untuk melawan dan mencegah kanker. Agen anti kanker yang terkandung di dalamnya yaitu indoles, sulforaphane (zat ini akan membentuk enzim yang mampu melawan kanker, diabetes, penyakit jantung, osteoporosis, dan tekanan darah tinggi), Isothiocyanate, glukosinolate, ditihiolthione, dan beta karoten.
Khasiat sayuran Brokoli dalam melawan kanker ternyata tidak hanya mampu mencegah perkembangan tumor sekitar 60%, tetapi juga mampu mengecilkan ukuran tumor yang sudah ada sekitar 75%.
Indole dapat meningkatkan ekskresi estrogen yang diikat pada kanker pay*d*ra. Itulah sebabnya mengapa akhir-akhir ini banyak dianjurkan pada wanita untuk mengonsumsi brokoli guna mencegah timbulnya kanker pay*d*ra dan kanker rahim. Indole juga memiliki efek antiproliferatif yang potensial di dalam sel kanker prostat.
Sementara sulforaphane merupakan zat yang dapat menaikkan enzim detoksifikasi di dalam tubuh yang mampu mengubah expresi gen, sehingga berpotensi lebih cepat dalam menghilangkan zat-zat karsinogenik.
Sulforaphane juga dapat melindungi gen-gen yang rentan terkena penyakit kanker kolon. Efek dari senyawa ini akan mengecilkan tumor, memperlambat pertumbuhan tumor, dan lebih banyak membunuh sel-sel tumor.
2.       Brokoli juga mampu menormalkan kadar gula dalam darah.
Brokoli dapat juga dimanfaatkan sebagai pengganti nasi oleh penderita kencing manis (diabetes), karena brokoli merupakan sumber karbohidrat dengan jumlah kalori yang lebih rendah daripada nasi.
3.       Brokoli mampu menurunkan kadar kolesterol jahat.
Penelitian di Amerika menemukan bahwa sayur brokoli mengandung serat pektin tertentu yaitu kalsium pektat yang mampu mengikat asam empedu. Akibatnya lebih banyak kolesterol yang tertahan di hati dan sedikit kolesterol yang dilepaskan ke aliran darah. Efektifitas brokoli dalam menurunkan kadar kolesterol jahat ternyata sama dengan obat penurun koleterol.
4.       Bagi wanita hamil, disarankan untuk mengonsumsi brokoli, karena adanya asam folat yang terkandung di  dalamnya.
5.       Brokoli juga bermanfaat dalam mencegah terjadinya gangguan jantung, stroke, berbagai jenis kanker yaitu kolon, prostat, paru, kandung kemih, pay*d*ra, rahim, leher rahim (serviks), esophagus, laring.
6.       Vitamin A dan C  yang terkandung dalam brokoli bermanfaat sebagai antioksidan yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga tetap awet muda, menurunkan resiko penyakit jantung, diabetes, dan berbagai infeksi lainnya.
7.       Serat dalam brokoli dapat dimanfaatkan untuk mencegah sembelit dan gangguan pencernaan.
8.       Brokoli dapat meningkatkan PH yang terlalu asam dalam tubuh, sehingga akan membuat aktivitas hati menjadi lebih baik, jaringan tubuh menjadi elastik, otot menjadi lentur, tulang pun menjadi lebih kuat.
9.       Mengonsumsi brokoli secara teratur juga dapat membantu menjaga dan meningkatkan kecerdasan, karena brokoli memperlancar aliran asam amino ke otak.
10.   Brokoli juga mampu melindungi mata dan penglihatan Anda, dan mengurangi resiko timbulnya katarak.




cara menaman brokoli yang baik :

1. Persiapan Lahan

Lahan yang akan ditanami terlebih dahulu dibersihkan dari sisa-sisa akar tanaman sebelumnya. Tanah yang sudah bersih tersebut selanjutnya digemburkan dengan cara dibajak atau dicangkul. Setelah itu, dibuat guludan-guludan (tumpukan tanah yang memanjang) selebar hingga 100 cm di atas lahan sebagai media penanaman brokoli. Tinggi ideal guludan-guludan tersebut adalah sekitar 35 cm dengan jarak antar guludan sekitar 40 cm. Disarankan PH tanah diatas 5,5 dan jika lebih rendah sebaiknya dilakukan pengapuran tanah.

Lahan yang telah siap tersebut kemudian diberi pupuk kandang dengan jumlah secukupnya sesuai dengan luas lahan. Hal ini mengandung maksud agar tanah menjadi lebih subur sehingga tanaman brokoli dapat memberi hasil yang maksimal.

2. Pembenihan dan Persemaian

A. Pembenihan

- Benih terlebih dahulu harus disterilisasi dengan cara direndam ke dalam air panas bersuhu 550C selama 15 – 30 menit, atau dengan merendam benih ke dalam larutan fungisida dengan dosis sesuai anjuran.

- Benih yang sudah disterilisasi selanjutnya diseleksi dengan cara merendam biji benih ke dalam air. Biji benih yang baik, akan tenggelam sementara yang jelek akan mengapung atau melayang di dalam air.

- Benih yang baik tersebut kemudian direndam selama kurang lebih 12 jam, atau sampai benih terlihat pecah, dengan tujuan agar benih cepat berkecambah.

B. Persemaian

- Tempat persemaian benih dilakukan di bedengan. Sebelum dibuat bedengan, tanah terlebih dahulu dicangkul dengan kedalaman 30 cm. Setelah itu dibuat bedengan atau guludan dengan lebar 110 - 120 cm, dan panjang sesuai dengan kebutuhan.

- Penyemaian dilakukan dengan dua cara, pertama disebar diatas bedengan dan kedua dengan memakai plastik polibag.

- Media semai yang digunakan adalah campuran tanah halus dan ayakan pupuk kandang matang dengan perbandingan 1 : 2 atau 1 : 1. Setelah media semai siap, masukkan benih satu persatu ke dalam plastik polibag yang telah diisi media tanam sedalam 0,2 – 1,0 cm dan tutup tipis dengan tanah atau pupuk kandang matang.

- Siramlah benih tersebut pada pagi dan sore, serta tutuplah dengan daun pisang untuk menjaga kelembaban agar kecambah cepat tumbuh. Begitu tumbuh kecambah, daun pisang dapat dibuang.

3. Penanaman

Penanaman bibit brokoli dilakukan dengan memindahkan bibit-bibit yang siap tanam ke atas guludan-guludan yang telah dipersiapkan. Penanaman diatur dengan jarak tanam sekitar 50 cm x 50 cm di atas guludan. Cara menanam bibit-bibit tersebut dengan memasukkan bagian akar ke dalam tanah guludan secara hati-hati agar akar maupun daun tidak sampai rusak.


4. Pemeliharaan

Tahap pemeliharaan terdiri atas beberapa bagian, diantaranya adalah:

a. Penyulaman

Penyulaman bertujuan untuk mengganti tanaman yang rusak atau mati. Penyulaman hanya dapat dilakukan sebelum tanaman berumur dua minggu.

b. Perempelan

Lakukan perempelan cabang seawal mungkin agar ukuran dan kualitas masa bunga yang terbentuk dapat lebih optimal. Setelah terbentuk masa bunga, ikatlah daun – daun tua sedemikian rupa, sehingga masa bunga dapat ternaungi matahari. Penutupan berfungsi untuk mempertahankan warna bunga agar tetap putih.

c. Pengendalian Hama dan Penyakit

Untuk mengendalikan hama dan penyakit dapat dilakukan dengan pemakaian benih yang bebas penyakit, yakni dengan merendam benih ke dalam air panas bersuhu 500 C atau direndam ke dalam fungisida / bakterisida selama 15 menit. Pengendalian hama juga bisa dilakukan lewat rotasi tanaman, sanitasi kebun, menanam kultivar /varietas yang tahan penyakit.

Melakukan sterilisasi media semai, menghidari tanaman dari kerusakan mekanis atau gigitan serangga, mencabut tanaman yang terserang penyakit, serta pengapuran pada tanah masam. Sedang untuk mencegah serangan hama penyakit, lakukan penyemprotan pestisida meskipun belum ada gejala serangan hama. Penyemprotan tersebut dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali.

d. Penyiangan

Penyiangan pertama dilakukan pada 7 – 10 hari setelah tanam, bersamaan dengan penggemburan tanah serta pemupukan. Penyiangan kedua dilakukan pada 20 hari setelah tanam, dan penyiangan ketiga pada 30 -35 hari setelah masa tanam. Ketika melakukan penyiangan dan penggemburan, harus dilakukan dengan hati – hati dan jangan terlalu dalam supaya akar tidak rusak Penyiangan baru dihentikan pada masa akhir pertumbuhan vegetatif (memasuki masa pembungaan).

e. Pemupukan tambahan

Pada umur satu minggu, tiga minggu, dan lima minggu setelah tanam, pupuk susulan diberikan di sekeliling tanaman sejauh 10 - 15 cm dari batang tanaman. Dosis pemupukan tersebut adalah sebagai berikut:

- 1 minggu setelah tanam Urea / ZA 44 kg + TSP 93 kg + KCL 45 kg

- 3 minggu setelah tanam Urea / ZA 44 kg + TSP 93 kg + KCL 45 kg

- 5 minggu setelah tanam Urea / ZA 44 kg + TSP 93 kg + KCL 45 kg

Dosis tersebut di atas dipakai untuk setiap satu hektar lahan.


f. Penyiraman atau Pengairan .

Pada fase pertumbuhan awal atau masa pembentukan bunga , kondisi tanah harus senantiasa dijaga agar tetap dalam keadaan basah. Untuk itu lakukan penyiraman seminggu 2 - 4 kali .atau melihat kondisi tanah.

5. Panen dan pasca panen.

Pada saat masa bunga mencapai ukuran maksimal, atau ketika tanaman brokoli telah berumur 55 - 100 hari, (tergantung varietas / kultivar tanaman), barulah brokoli bisa dipanen. Brokoli yang sudah dipanen selanjutnya diletakkan di tempat yang teduh sebelum dilakukan proses penyortiran. Sortir dilakukan berdasarkan diameter kepala bunga yang terbagi 4 kelas yaitu : 30 cm, 25 – 30 cm, 20 – 25, dan 15 – 20 cm. Untuk penyimpanan, sebaiknya diletakkan di ruang gelap pada temperature 200 C, dengan kelembaban 75 -85 %, atau di dalam kamar dingin dengan temperatur 4,40 C dengan kelembaban 85 -95 %.

ARTIKEL TERONG

                           TERONG
 

             Terung[1] (Solanum melongena, di Pulau Jawa lebih dikenal sebagai terong) adalah tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya adalah India dan Sri Lanka[2][3]. Terung berkerabat dekat dengan kentang dan leunca, dan agak jauh dari tomat.
Terung ialah terna yang sering ditanam secara tahunan. Tanaman ini tumbuh hingga 40–150 cm (16-57 inci) tingginya. Daunnya besar, dengan lobus yang kasar. Ukurannya 10–20 cm (4-8 inci) panjangnya dan 5–10 cm (2-4 inci) lebarnya. Jenis-jenis setengah liar lebih besar dan tumbuh hingga setinggi 225 cm (7 kaki), dengan daun yang melebihi 30 cm (12 inci) dan 15 cm (6 inci) panjangnya. Batangnya biasanya berduri. Warna bunganya antara putih hingga ungu, dengan mahkota yang memiliki lima lobus. Benang sarinya berwarna kuning. Buah tepung berisi, dengan diameter yang kurang dari 3 cm untuk yang liar, dan lebih besar lagi untuk jenis yang ditanam.
Dari segi botani, buah yang dikelaskan sebagai beri memiliki banyak biji yang kecil dan lembut. Biji itu dapat dimakan tetapi rasanya pahit karena mengandung nikotin, sejenis alkaloid yang banyak dikandung tembakau.

Sejarah

   Terung ialah tumbuhan pangan yang ditanam untuk buahnya. Asal-usul budidayanya berada di bagian selatan dan timur Asia sejak zaman prasejarah, tetapi baru dikenal di dunia Barat tidak lebih awal dari sekitar tahun 1500. Buahnya mempunyai berbagai warna, terutama ungu, hijau, dan putih. Catatan tertulis yang pertama tentang terung dijumpai dalam Qí mín yào shù, sebuah karya pertanian Tiongkok kuno yang ditulis pada tahun 544[4]. Banyaknya nama bahasa Arab dan Afrika Utara untuk terong serta kurangnya nama Yunani dan Romawi menunjukkan bahwa pohon ini dibawa masuk ke dunia Barat melewati kawasan Laut Tengah oleh bangsa Arab pada awal Abad Pertengahan. Nama ilmiahnya, Solanum melongena, berasal dari istilah Arab abad ke-16 untuk sejenis tanaman terung.
Karena terung merupakan anggota Solanaceae, buah terung pernah dianggap beracun, sebagaimana buah beberapa varietas leunca dan kentang. Sementara buah terung dapat dimakan tanpa dampak buruk apa pun bagi kebanyakan orang, sebagian orang yang lain, memakan buah terung (serupa dengan memakan buah terkait seperti tomat, kentang, dan merica hijau atau lada) bisa berpengaruh pada kesehatan. Sebagian buah terung agak pahit dan mengiritasi perut serta mengakibatkan gastritis. Karena itulah, sebagian sumber, khususnya dari kalangan kesehatan alami, mengatakan bahwa terung dan genus terkait dapat mengakibatkan atau memperburuk artritis dengan kentara dan justru itu, harus dijauhi oleh mereka yang peka terhadapnya.

 Budidaya terung
1. Syarat tumbuh tanaman terung
 Tanaman terung tumbuh hampir di setiap jenis tanah dengan kisaran pH 5-6. Tanaman ini memerlukan air yang cukup untuk menopang pertumbuhannya. Ketinggian tempat yang dapat ditanami tanaman terung C.°-25°antara 1-1200 mdpl dengan suhu optimal 18
 2.      Persiapan teknis budidaya terung
Derajat keasaman tanah (pH) perlu diukur untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pemberian kapur pertanian berfungsi untuk menetralkan pH tanah (pH 7) atau setidaknya mendekati netral.  Pengukuran bisa dilakukan dengan kertas lakmus, PH meter, atau cairan PH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan dengan cara zigzag
3.      Persiapan lahan
Persiapan  lahan  meliputi  pembajakan dan penggaruan tanah, Pembuatan bedengan kasar dengan  lebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm dan lebar parit 50-70 cm, pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP (Plastik Hitam Perak) untuk tanah dengan pH di bawah 6,5, pemberian pupuk kandang yang sudah difermentasi sebanyak 20 ton/ha danpupuk NPK 15-15-15 sebany  qak 150 kg/rol mulsa PHP, kemudian dilakukan pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah, persiapan selanjutnya pemasangan mulsa PHP, pembuatan lubang tanam dengan  jarak tanam ideal untuk musim kemarau 60 cm x 60 cm sedangkan untuk musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 60 cm dan kemudian dilakukan pemasangan ajir.
4.      Persiapan pembibitan dan penanaman

Pada persiapan pembibitan dibutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit yang masih muda. Kemudian menyediakan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Media campuran dimasukkan ke dalam polibag semai. kemudian benih disemaikan pada polibag. Untuk mempercepat perkecambahan benih p   ermukaan media ditutup dengan kain goni (bisa juga menggunakan mulsa PHP) dan dijaga dalam keadaan lembab.
Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai pada jam 07.00 - 09.00, dan dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah dan dilakukan setiap pagi.  Penyemprotandengan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid pada umur 15 hss (hari setelah semai) dengan dosis ½ dari dosis terendah. Bibit yang sudah memiliki 4 helai daun sejati siap untuk pindah tanam ke lahan
5.      Penyulaman

Penyulaman dilakukan sampai dengan umur tanaman 2 minggu. Tanaman yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam. Dan akan berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.
6.      Perempelan dan pengikatan tanaman
Perempelan tunas samping pada tanaman terongdilakukan sampai dengan pembentukan cabang, baik pada cabang utama, cabang kedua, ketiga dan seterusnya di atas cabang utama. Jadi di atas cabang utama, cabang yang dipelihara adalah cabang-cabang produktif, dimana cabang-cabang produktif ini selalu diikuti dengan munculnya bunga. Perempelan tunas samping dilakukan pada semua tunas yang keluar di ketiak daun, baik di bawah cabang utama maupun di bawah cabang-cabang produktif. Perempelan tunas di bawah cabang utama bertujuan untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman agar tanaman tumbuh kekar, disamping itu juga menjaga kelembaban pada saat tanaman sudah dewasa, sedangkan perempelan tunas dibawah cabang-cabang produktif bertujuan untuk menjaga kelembaban tanaman dan mengoptimalkan produksi.
Perempelan daun di bawah cabang utama dilakukan pada saat tajuk tanaman telah menutupi seluruh daun bagian bawah, pada saat ini daun sudah tidak berfungsi secara optimal, justru sangat disenangi  hama dan penyakit tanaman. Perempelan pada daun juga dilakukan bagi daun tua/terserang penyakit.
7.      Sanitasi lahan dan pengairan
Sanitasi lahan pada budidaya terong meliputi : pengendalian gulma atau rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan, perempelan daun dan pencabutan tanaman yang terserang hama penyakit.
Pengairan diberikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban seminggu sekali jika tidak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan.
8.      Pemupukan susulan
Pupuk yang digunakan pada pemupukan susulan meliputipupuk akar dan pupuk daun. Pupuk akar diberikan dengan cara pengocoran yaitu saat tanaman berumur 15 hst dan 30 hst berikan 3kg NPK 15-15-15 kemudian larutkan dalam 200lt air, larutan ini dapat digunakan untuk 1000 tanaman dan masing-masing  tanaman diberikan 200ml. Pada umur 45 hst dosisnya 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman dan masing-masing  tanaman diberikan 200ml. Sedangkan pada umur 60 hst dan 75 hst, dosisnya 5kg NPK15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman dan tiap tanaman 200ml.
Pupuk daun dengan kandungan Nitrogen tinggi diberikan pada umur 14 hst dan 21 hst. Sedangkan kandungan Phospat, Kalium dan mikro tinggi diberikan umur 30 hst dan 60 hst.

9.      Penyakit  pada tanaman terung
a.       Rebah Semai
Rebah semai biasa menyerang tanaman terong pada fase pembibitan. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dengan dosis ½ dari dosis terendah yang tertera pada kemasan.

b.         Layu bakteri
Penyakit ini sering menggagalkan tanaman, Serangannya disebabkan oleh bakteri. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotansecara kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin dengan dosis sesuai pada kemasan.

c.       Layu fusarium
Gejala yang ditimbulkan oleh layu fusarium hampir sama dengan  layu bakteri, yang membedakan hanyalah penyebabnya. Layu fusarium disebabkan oleh serangan jamur. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida dengan dosis sesuai pada kemasan.

d.      Busuk Phytoptora
Busuk phytopthora menyerang semua bagian tanaman. Batang yang terserang ditandai dengan bercak coklat kehitaman dan kebasah-basahan. Serangan serius menyebabkan tanaman layu. Daun terong yang terserang seperti tersiram air panas. Sedangan serangan pada buah ditandai dengan bercak kebasah-basahan yang menjadi coklat kehitaman dan lunak. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah metalaksil, propamokarb hidroklorida, simoksanil, atau dimetomorf dan fungisida kontak berbahan aktif tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram.

e.       Bercak daun
Penyakit ini disebabkan oleh serangan bakteri, berkembang pesat terutama pada musim hujan. Serangan ditandai dengan adanya bercak putih dan bersudut karena dibatasi tulang daun. Kemudian bercak berubah menjadi cokelat kelabu serta bagian bawah daun mengeluarkan cairan, akhirnya daun mengering. Pengendaliannyamenggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktifkasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, atau dari golongan anorganik seperti tembaga. Dosis sesuai pada kemasan.

f.       Antraknosa
Antraknosa sering juga diistilahkan dengan nama patek. Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman yang ditandai dengan adanya bercak agak bulat berwarna cokelat muda, lalu berubah menjadi cokelat tua sampai kehitaman. Semakin lama bercak melebar dan menyatu akhirnya daun mengering. Gejala lain adalah bercak bulat memanjang berwarna kuning atau cokelat. Buah yang terserang akan nampak bercak agak bulat dan berlekuk berwarna cokelat tua, disini cendawan akan membentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, danfungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb.


10.  Hama pada tanaman terung
a.       Ulat tanah
Hama jenis ini menyerang tanaman pada malam hari, sedangkan pada siang harinya bersembunyi di dalam tanah atau di balik mulsa PHP. Ulat tanah menyerang batang tanaman yang masih muda dengan cara memotongnya, sehingga sering dinamakan juga ulat pemotong. Cara pengendaliannya adalah dengan pemberianinsektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam

b.      Ulat grayak
Ulat grayak menyerang daun tanaman bersama-sama dalam jumlah yang sangat banyak, ulat ini biasanya menyerang di malam hari. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktifsipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

c.       Ulat buah
Ulat menyerang terong dengan cara mengebor buah sambil memakannya. Buah yang terserang akhirnya berlubang.Pengendaliannya dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

d.      Kutu daun
Kutu daun mengisap cairan tanaman terutama pada daun yang masih muda, kotoran dari kutu ini berasa manis sehingga menggundang semut. Daun yang terserang mengalami klorosis (kuning), menggulung dan mengeriting, akhirnya tanaman menjadi kerdil. Pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, tiametoksam, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

e.       Kutu kebul
Hama ini berwarna putih, bersayap dan tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Kutu kebul menyerang dan menghisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak.Pengendalian hama ini dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

f.       Kumbang kuning
Tanaman terong menjadi inang dari kumbang ini, kumbang berwarna kuning dengan seluruh tubuh diselimuti seperti duri.Pengendaliannya dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan

g.      Lalat buah
Lalat buah menyerang buah terong dengan cara menyuntikkan telurnya ke dalam buah, kemudian telur berubah menjadi larva, telur-telur inilah yang akhirnya menggerogoti buah terong sehingga buah menjadi busuk. Pengendalian lalat buah dapat menggunakan perangkap lalat (sexpheromone), caranya : metil eugenol dimasukkan pada botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi horisontal, atau dapat pula menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat (misal nangka, timun) kemudian dicampur insektisida berbahan aktif metomil.  Selain itu juga dapat dilakukan penyemprotanmenggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

Manfaat terung
       1. Sumber vitamin
Terong mengandung Vit B, termasuk Vit B1, B3 dan B6 yang membantu tubuh anda mengubah karbohidrat menjadi energi yang dapat membantu menghancurkan lemak dan protein.

          2. Mengurangi resiko serangan jantung
Serat yang terkandung dalam terung mampu mengurangi resiko terserang penyakit jantung. Selain itu, kandungan beta karoten dan antioksidan juga  merupakan kandungan yang mampu mencegah serangan jantung secara tiba-tiba.
3.Mencegah Aterosklerosis
Menurut salah satu ilmuan yang melakukan percobaan pada kelinci, bahwa kelinci yang diberi terung secara terus menerus terbukti dapat menurunkan lemak pada pembuluh arteri mereka sehingga dapat terhindar dari resiko Aterosklerosis.
4.Menurunkan Hipertensi
Terung memiliki kadar atu jumlah kalium yang cukup tinggi yaitu sekitar 217mg/100gram.kandungan kalium yang cukup tinggi ini efektif mencegah hipertensi.

          5.Penurun Kolestero
Terung membantu membatasi kandungan lemak dan kolesterol pada tubuh serta menjaga gula darah agar tetap normal.

6.Mencegah Diabetes
Ekstra terung dapat menghambat enzim yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dengan mengontrol penyerapan glukosa da menurunkan tekanan darah yang dapat menyebabkan Diabetes.